Berita

Hadapi Era Industri 4.0 Kemenristekdikti Siapkan Program Kuliah Online

BANDUNG – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyiapkan pendidikan daring alias online sebagai salah satu cara menghadapi revolusi industri 4.0.

Di bawah Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, pendidikan daring ini merupakan pendidikan jarak jauh (PJJ) yang dikembangkan dalam sistem IdREN (Indonesia Research and Education Network).

IdREN yaitu jaringan privat nasional dalam pendidikan dan riset yang bisa menghubungkan perguruan tinggi baik negeri atau swasta dan mahasiswa untuk belajar lebih inovatif, mandiri, dan fleksibel.

Menristekdikti Mohammad Nasir menyatakan, model pendidikan jarak jauh (PJJ) ditargetkan mampu meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi bisa mencapai 40% pada 2023. Saat ini, APK pendidikan tinggi baru 31,5%.

Sebab dengan model pembelajaran tatap muka (face to face) hanya mampu meningkatkan rata-rata APK 0,5% per tahun. Namun, dengan metode daring ini diharapkan meningkat lebih dari 1% per tahun.

"Dengan terobosan PJJ ini, diharapkan APK pendidikan tinggi mampu melesat mencapai 40% di tahun 2022-2023, asalkan PJJ dapat diakses oleh lebih banyak orang dan secara efektif diterapkan," katanya dalam konferensi pers di Universitas Padjadjaran (Unpad), Dipati Ukur, Bandung, Rabu (2/5/2018).

Model daring ditargetkan mampu meningkatkan akses masyarakat dalam menempuh jenjang pendidikan tinggi, terlebih di daerah yang terbatas dengan infrastruktur fisik.

"Misal mahasiswa Papua, dia tidak usah datang ke perguruan tinggi yang dituju. Kalau dia kuliah di universitas yang di Bandung, tapi belajarnya dia tetap di Papua. Dia bisa melakukan perkuliahan di sana, dia akan dapat nilai juga," jelasnya.

Untuk menyiapkannya, kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi PT Telkom untuk bisa meningkatkan jaringan internet di semua wilayah Indonesia. Sedangkan, payung hukum ditargetkan akan terbit pada pertengahan Mei.

"Permenristekdikti-nya kami harapkan  bulan ini launching, mungkin pertengahan Mei," katanya.

Di sisi lain, model kuliah nontatap muka ini akan mengembangkan pembangunan universitas siber (Cyber University) yang dipersiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

"Pendidikan tinggi ke depan akan menawarkan banyak pilihan model pembelajaran, mulai dari face to face, online learning, hingga blended learning," jelasnya.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro ini menekankan, program PJJ memiliki jalur penerimaan tersendiri. Maka penerimaan baik lewat SBMPTN, SNMPTN, maupun PMDK tetap dengan pembelajaran face to face.

"Online lewat program lain. Ini dengan tatap muka dan PJJ maka jumlah mahasiswa akan lebih besar," pungkasnya

 

  • 09 Nov 2018
  • Kampus
  • hadapi-era-industri-40-kemenristekdikti-siapkan-program-kuliah-online

Comment

Leave a Comment

Yout email address will not be published . Required fields are marked*

Paragraph