Author Archives: idren_

nota kesepahaman

Nota Kesepahaman

Pada 13/05/16 Ditjen Belmawa Kemenristekdikti menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang kerja sama penyediaan fasilitas telekomunikasi untuk Indonesian Research and Education Network (IdREN) dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Enterprise & Business Services Telkom, Muhammad Awaluddin dan Dirjen Belmawa Kemenristekdikti Prof Intan Ahmad di Gedung Ditjen Belmawa, Jakarta.

Prof Intan Ahmad mengemukakan, IdREN merupakan bagian dari REN (Research and Education Networks) yang terkoneksi melalui TEIN (Trans Eurasia Information Networks). Di masa depan IdREN akan menjadi penghubung masyarakat pendidikan dan peneliti (Perguruan Tinggi maupun lembaga riset) yang beraktivitas dan berkolaborasi melalui jejaring IdREN.

Keberadaan IdREN diharapkan dapat dimanfaatkan para pimpinan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan produktivitas riset perguruan tinggi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas bangsa.

dREN diprakarsai tim AdHoc dari 5 Perguruan Tinggi di Indonesia (ITB, UGM, UI, ITS dan UB) dengan dukungan penuh oleh Telkom.

Sumber: metronews.

IMG_0863

Bertemu dengan Kemenristekdikti

Dirjen Belmawa, Prof. Intan Ahmad, pada 22/02/16 menerima kunjungan tim persiapan IdREN di kantor Kemenristekdikti. Pada kesempatan tersebut dipaparkan perkembangan jaringan IdREN yang sudah berjalan selama 6 bulan.

Prof. Intan, sebagai penggiat Inherent, mengaku cukup terkejut dan gembira dengan inisiatif untuk menghidupkan kembali jaringan antar kampus di Indonesia.

Beliau berjanji untuk memberikan dukungan resmi bagi perkembangan IdREN. Dalam kesempatan tersebut, PT Telkom, melalui  Direktur M. Awaludin, juga menyampaikan komitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada IdREN.

FullSizeRender

Membahas Arsitektur dan Tata Kelola

Pada bulan September 2015 tercatat bahwa jaringan IdREN sudah menghubungkan 5 gate/router IdREN yang terdapat di 5 perguruan tinggi. Jaringan tersebut dihubungkan dengan gateway TEIN melalui ITB, sehingga sudah bisa mengakses REN dari negara lain dan juga Internet 2.

 

Meneruskan pertemuan sebelumnya, rangkaian pertemuan digelar di UGM (26/9/2015), ITB (8/10/2015) dan UB (28/01/2016). Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai multi-cloud, multi-operator REN dan tata kelola IdREN. Disepakati untuk melibatkan pemerintah dalam inisiatif ini melalui Kemenristek Dikti.

IMG_0860

Pertemuan Awal Menggagas IdREN

Berawal dari keinginan untuk menghidupkan kembali inisiatif Inherent yang sempat lesu, beberapa perguruan tinggi bertemu untuk menghidupkan national research & education network (REN) di Indonesia.

Diawali dengan diskusi di Malang 17 Juni 2015, timbul keinginan untuk menghidupkan REN secara lebih kongkrit. Beberapa perguruan tinggi diantaranya ITB, UI, UGM, ITS dan UB membentuk tim untuk menggulirkan ide tersebut.

Berkaca pada pengalaman Inherent terdahulu, penggunaan anggaran pemerintah sering merepotkan dalam pelaksanaannya. Atas dasar tersebut, operator telekomunikasi diajak untuk memberikan dukungan dari awal.

Pada tanggal 2 Juli 2015 di Jakarta, 5 PTN bersama PT Telkom menandatangani komitmen bersama pengembangan IdREN (Indonesia Research and Education Network). PT Telkom sepakat untuk memberikan dukungan infrastruktur layer 1 dan layer 2 secara cuma-cuma sebagai sarana proof of concept.

Pertemuan lanjutan dilakukan di ITS, Surabaya tanggal 5 Agustus 2015. Aspek teknis seperti arsitektur jaringan, pengalamatan dan gate dibahas di sini.